Semua peristiwa sejarah ada suatu hikmah yang dapat dikandung, termasuk di antaranya sejarah islamisasi di Nusantara. Semakin tahu kita mengetahui awal islamisasi, semakin kita memahami betapa cahaya hidayah Tuhan sudah menghinggapi manusia pribumi di Nusantara jauh di masa lampau, inilah yang menyebabkan kita untuk meningkatkan kecintaan pada agama Islam yang sudah hadir mewarisi kehidupan nyata kita.
Terkait awal islamisasi Nusantara, para sejarawan berbeda pandangan tentang waktu kedatangan, tempat, dan tokoh penyebarnya. Meskipun demikian, argumentasi mereka juga dilandasi oleh bukti-bukti sesuai kaidah-kaidah ilmu sejarah. Masuknya Islam di bumi Nusantara masih diperbincangkan dan diperdebatkan oleh beberapa kalangan. ‘Masuk’ di sini menurut M.C. Ricklefs (2008, 27) mempunyai dua pengertian, yaitu:
- Adanya persentuhan (ada kontak dengan agama Islam dan kemudian penduduk pribumi menganutnya).
- Sudah ada perkembangan komunitas masyarakat Islam (orang-orang Arab, India, Cina, dan lain-lain telah memeluk agama Islam dan menetap di suatu wilayah Nusantara.
Setidaknya dari pendapat di atas, dapatlah disimpulkan bahwa wacana perdebatan itu mencakup tiga hal, yaitu: waktu kedatangan, asal kedatangan, dan para penyebar Islam itu sendiri. Di bawah ini, pemakalah mencoba mengurai pendapat-pendapat tersebut untuk dapat kita pahami lebih jauh tentang muasal islamisasi di Nusantara.
Bersambung…